Masa Karantina Penuh Curiga

 #Masa Karantina Penuh Curiga#

Setelah dua malam menjalani masa karantina bersama Aby selalu mendapat wejangan darinya bahwa kita adalah org terpilih sebagai pasien   suspect Corona....tak perlu panik tak perlu risau istirahatlah, teruskan mengajimu sampai khatam, berjemurlah, dhuhalah walau hanya 2 rakaat dan selalu gembira peluklah selalu TuhanMu dengan erat jangan lepas Dia mumpung dia lagi mendekapmu nikmati saja sampai kapan dan dimana ujung Yakinlah pasti kita sampai di Ujung Itu!!!!!!! Begitu wejangan itu tak pernah luput dari telinga ini.

Dalam hati saya memaknai satu Prasa yg disampikan" Kita Adalah Org Terpilih"

Berarti orang lain Tidak....atau  Bukan pilihanNYA" saat memaknai kata itu terkuak pintu ruangan isolasi ternyata ada pasien suspect covid19 rujukan dari Sigi Biromaru  yang usianya kurang lebih 26 -27 tahun juga suami istri.....saat itu saya berbisik sama Aby berarti Mereka juga orang terpilih ya😅 Ya....kata Aby

Akhirnya genaplah kami diruang perawatan itu 4 org...dua bed 9 dan 16 for saya dan Aby dua bed belakang bed 12  dan 13 for pasien baru itu........Dalam kebersamaan kami satu ruangan itu saling membisu karena di antara kami saling curiga.....jgn dia  positif, jgn2 kami yang positif????? Masya Allah .....makanan, buah, kue diantar anak2,kakak, adik ponakan, mhs, sahabat, saudara, dan handai taulan sangat melimpah Alhamdulillah....hal serupa terjadi juga dg pasien sebelah..... disana kami benar benar tidak bisa berbagi.....saya sangat sedih dengan suasana itu......najadi (Tosina Nggaruke Kita)Ketika Aby keluar kamar mandi dia melihat pasien sebelah makan kacang.....kata dia" pingin juga saya makan kacang" katanya dalam hati.....tapi tak disampaikan ke saya....dua jam selang itu....perawat menyampaikan ada Titipan buat Bu Nini...dari Bu Nursila.

Alhamdulillah.....setelah dibuka ternyata isinya kue dan Kacang Rebus......saat ibu Aby menyampaikan sama saya....Ade tadi saya lihat dorang makan kacang...

Tergerak hatiku..."NEJURUVELUKU" (Ngiler) mau juga saya makan kacang sesungguhnya kalau saya minta pasti dorang kasih.....tapi dia curiga aku pun curiga....

Alhamdulillah sangat nyata Bahwa Allah itu Menurut Prasangka Umat Nya.....maka Marilah kita berprasangka baik "Bahwa Kita Negatif Corona"

Lanjut kita simak siapa penyebar Corona yang paling berbahaya itu?dia itu adalah OTB (Orang Talinga Bongo) dan OKG( Orang Kaki Gatal) kata Bapak Kadisq(maaf Bapak Ansyar Sutiadi)😀😀

Dan yang paling sangat berbahaya dan membahayakan itu adal OTG.....ini dia orangnya

OTG adalah Orang Tanpa Gejala yang Bisa Sebarkan Virus Corona

07 Apr 2020|Fadli Adzani

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Gunakan masker saat batuk untuk cegah penularan

OTG tidak memiliki ciri-ciri karena gejalanya sendiri tidak muncul.

Tidak bergejala, tapi bisa menularkan virus corona. Itulah orang tanpa gejala atau OTG, yaitu kelompok pasien virus corona terbaru dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).


Sama seperti orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), dan suspect virus corona, OTG juga meresahkan pemerintah dan masyarakat, karena bisa menularkan virus corona ke masyarakat, walaupun tidak memiliki gejala.

Kenali lebih jauh tentang OTG dan orang-orang yang berpotensi menjadi OTG.

Apa itu OTG?

Menurut Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (Covid-19) yang dikeluarkan oleh Kemenkes, OTG adalah seseorang yang tidak bergejala tapi berisiko telah tertular virus corona dari pasien Covid-19. Selain itu, OTG memiliki kontak erat dengan kasus positif Covid-19.

Mungkin Anda bingung memahami istilah kontak erat. Jadi, Kemenkes sendiri telah menjelaskan secara rinci yang dimaksud dengan kontak erat, dalam pedoman tersebut.

Kontak erat adalah aktivitas berupa kontak fisik, berada dalam ruangan, ataupun telah berkunjung, dalam radius 1 meter dengan pasien berstatus PDP atau positif Covid-19, dalam waktu 2 hari sebelum kasus timbulnya gejala, hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala.


Siapa saja yang termasuk kontak erat?

Dalam versi terbarunya, Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (Covid-19) menjelaskan tentang orang-orang yang termasuk kontak erat.

Menurut Kemenkes, individu dengan kategori ini, masuk dalam kategori kontak erat:

Petugas medis

Petugas kesehatan yang memeriksa, merawat, mengantar, dan membersihkan ruangan di tempat perawatan khusus tanpa menggunakan APD (alat pelindung diri) sesuai standar

Berada dalam satu ruangan dengan pasien virus corona

Orang yang berada dalam suatu ruangan yang sama dengan pasien virus corona (termasuk tempat kerja, kelas, rumah, atau acara besar) dalam 2 hari sebelum pasien tersebut mengalami gejala dan hingga 14 hari setelahnya.

Orang yang bepergian bersama pasien virus corona

Orang yang bepergian bersama (dalam radius 1 meter) dengan segala jenis alat angkut maupun kendaraan dalam 2 hari sebelum pasien mengalami gejala, hingga 12 hari setelah timbul gejala.

Virus corona

Ternyata, ada beberapa orang yang rentan virus corona. Siapa saja?

Kenali berbagai bahaya virus corona di sini.

Kabar baik, ternyata virus corona memiliki kelemahan!

Apakah OTG memiliki ciri-ciri?

Ciri-ciri para OTG tentu sangat sulit diketahui. Sebab, mereka tidak mempunyai gejala virus corona. Lantas, apa yang harus kita lakukan untuk mencegah terpapar virus ini dari seorang OTG?

Yang pertama, tentunya masyarakat dihimbau untuk mengikuti anjuran tinggal di rumah dan mengurangi aktivitas di luar rumah. Kemudian, penting untuk menjaga jarak aman apabila bepergian.


Yang tidak kalah penting, kita sendiri pun mungkin tidak mengetahui bahwa kita termasuk pada kelompok OTG, sehingga tanpa sadar menyebarkan virus kepada yang lain. Hal inilah yang menyebabkan badan kesehatan dunia World Health Organization (WHO) dan Kemenkes menganjurkan penggunaan masker ketika beraktivitas di luar rumah, untuk mencegah meningkatnya penyebaran virus corona.

Hal ini langsung dikatakan oleh juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. Ia menegaskan bahwa setiap warga yang ingin keluar rumah, dihimbau untuk menggunakan masker, dan cukup menggunakan masker dari bahan kain.

Virus corona

Hanya petugas medis yang wajib gunakan masker bedah

Ia kembali menegaskan, masker bedah dan N95 hanya disarankan untuk petugas kesehatan yang merawat pasien virus corona, bukan untuk masyarakat umum.

Masyarakat bisa menggunakan masker kain berulang-ulang, dengan satu syarat, yakni satu masker kain tidak boleh digunakan lebih dari 4 jam. Selain itu, harus dicuci menggunakan sabun.

Langkah ini diperlukan sebagai upaya pencegahan, selain dengan mencuci tanggan menggunakan sabun dan air mengalir minimal 20 detik.

Ciri-ciri terkena virus corona

Meskipun awalnya tidak menunjukkan gejala, namun menurut penelitian, gejala pada akhirnya dapat muncul sekitar 0-24 hari setelah Anda pertama terpapar virus.

Ciri terinfeksi virus corona biasanya muncul dalam bentuk ringan dan secara bertahap. Secara umum gejala virus corona yang utama adalah:

Demam tinggi

Batuk kering

Merasa lemas

Sesak napas

Ada juga penderita Covid-19 lain yang mengalami nyeri otot, sakit kepala, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, pilek, atau diare. Namun, gejala ini jarang terjadi dan tidak spesifik mengarahkan kepada infeksi virus corona.

Catatan dari SehatQ:

Kini, tak ada lagi alasan untuk “bersantai ria” dalam menghadapi masa pandemi virus corona. Terlebih lagi, kini ada OTG yang bisa menularkan virus corona walaupun ia sendiri tak mengetahuinya


Bagaimana cara cegah corona saat sedang keluar rumah?

Komentar